Home > Acara, Inspirasi > Indonesia Siap ke Industri Digital?

Indonesia Siap ke Industri Digital?

idbyteIndonesia sudah siap ke industri digital? Jika dilihat dari pengguna (baca: konsumen) media digital, bisa dibilang Indonesia sudah sangat siap. Pengguna situs social media dari Indonesia jutaan jumlahnya. Pengakses internet mobile juga tak kalah bombastis angkanya.

Namun jika dilihat dari angka produsen konten digital yang belum begitu banyak, rasanya Indonesia belum begitu siap untuk masuk ke industri digital.

Pada meetup Surabaya Web Community (suWec) dan sekaligus roadshow IDbyte yang didukung tim DheZign.com, para pembicara yang hadir banyak bicara potensi idustri digital di Indonesia.

Optimisme masih terlihat dari Rudy Setiawan Brosurku.com. Pada presentasinya memperlihatkan optimismenya akan perkembangan industri digital di Indonesia. Meskipun belum banyak sekali, namun digital startup di Indonesia sudah mulai bermunculan dan diperhitungkan. Terbukti, sejumlah investor dari dalam maupun luar negeri sudah berani berinvestasi untuk stratup digital Indonesia.

Banyaknya kompetisi yang mengapresiasi digital startup juga merupakan salah satu pendorong perkembangan industri digital di Indonesia.

Namun, jika melihat data penggunaan media digital sebagai alat komunikasi pemasaran di Indonesia yang ternyata masih kecil membuat perjuangan untuk mengembangkan industri digital harus lebih keras lagi.

Dalam presentasinya di roadshow IDbyte, Ramya Prajna CEO ThinkWeb menyajikan data: dari total $ 600m total dana iklan hanya $ 40 yang dialokasikan untuk media digital. Padahal, buktinya, traffic orang ber-SMS ria malah terjadi ketika waktu prime time televisi.

Artinya, masih banyak brand yang belum menyadari perpindahan point of contact publik, yaitu dari media konvensional ke media digital (termasuk mobile media).

Tantangannya adalah pada penyediaan konten yang bagus dan punya value. Itu kata Yansen Kamto dari IDbyte. Jika ingin masuk ke industri digital, orang Indonesia harus bisa memproduksi sesuatu yang dibutuhkan dan dikemas dalam bentuk menarik.

Sementara Rama Mamuaya, CEO DailySocial.Net mengatakan, jika ingin membuat produk digital haruslah yang bisa menjadi solusi. Bukan malah membuat ruwet. Jika produk bisa memberikan pemecahan masalah orang lain, dan itu dikemas dalam media digital, maka pasti orang akan membelinya.

Satu lagi kata Rama, segera lah memproduksi dan meluncurkan produk digital. Jangan tunda waktu. Jangan tunggu produk benar-benar sempurna. Yang terpenting adalah memberikan solusi bagi orang lain, meskipun itu belum sempurna.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: