Archive

Archive for the ‘Opini’ Category

Mari Bombardir Google dengan Konten Positif

August 5, 2010 10 comments


Gambar dari: www.techi.com

Beberapa hari lalu, muncul gunjingan di Twitter tentang pencarian dengan kata kunci “SMP” di mesin pencari Google akan memunculkan banyak konten porno. Karena tak yakin dan penasaran, tanpa pikir panjang saya mencoba memasukkan “SMP” ke kolom pencari Google.

Ternyata memang benar. Pada deretan teratas hasil temuan Google, muncul tautan web yang berisi video dengan judul: anak smp mL. Rasa penasaran saya belum berakhir. Saya ingin tahu apa yang akan terjadi jika kata kunci yang dipakai adalah “SMA”. Ternyata hasilnya tak jauh beda. Muncul beberapa tautan laman web dengan video yang berjudul: bokep anak SMA dan Skandal Seks Yeski Saat Sma.

Setelah proses Googling itu, seketika asosiasi saya terhadap kata “SMP” dan “SMA” menjadi ada sedikit perubahan. Dari yang tadinya ketika ada orang yang menyebut “SMP”, otak saya langsung mengasosiasikannya pada Sekolah Menengah Pertama dengan atributnya putih-biru, sekarang bertambah dengan kelaukan tak senonoh mereka. Begitu juga dengan kata “SMA”. Sial!

Sejurus kemudian otak saya memikirkan bagaimana cara agar ketika kita mengetikkan kata kunci “SMP” dan “SMA” di Google, hasil temuan teratasnya tidak lagi tautan web yang mengandung konten porno. Read more…

Advertisements

Monitor Apa Kata Konsumen di Social Media

March 23, 2010 Leave a comment

Banyak orang yang mulai tertarik untuk menggunakan social media sebagai sarana untuk berbisnis. Tidak salah. Social media memang seringkali bisa menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Lalu secara umum, bagaimana menggunakan social media dalam bisnis? Itu yang ditanyakan Giga FM Surabaya kepada saya, 18 Februari 2010 lalu. Dalam live interview tersebut saya mencoba memberikan pendapat.

Sebelumnya, tentu saja perusahaan harus mempunyai account di social media, baik berupa account personal perusahaan, fans page, maupun dalam bentuk grup (misalnya di Facebook).

Jika pasar bisnis perusahaan ada di dunia maya, atau biasa berinteraksi dengan internet, coba ajak dan rangkullah mereka untuk ke social media yang dipunyai perusahaan. Read more…

Tips Nge-tweet untuk Marketing

March 23, 2010 Leave a comment

Pelan namun pasti, twitter sudah diakui pengaruhnya di jagad maya Indonesia. Sudah jutaan orang Indonesia yang menggunakannya. Mulai dari artis, penyanyi, pemasar, politikus, olah ragawan, orang IT, wartawan, orang iklan, rohaniwan, sampai orang umum pun nge-tweet.

Ada yang bisa memanfaatkannya dengan baik, seperti Pandji Pragiwaksono (artis, presenter, rapper) nge-tweet untuk membentuk citranya sebagai artis yang peduli dengan ke-Indonesiaan, namun ada pula yang gagal memasuki lingkungan twitter seperti Mario Teguh (motivator) karena tweet-nya yang kontroversial.

Beberapa produk (brand) pun sudah memasuki twitter. Bahkan, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam jajaran 100 perusahaan TOP dunia kebanyakan telah menggunakan twitter sebagai salah satu alat pemasarannya.

Bagaimana dengan Anda? Sudah punya account di twitter? Apakah Anda juga menggunakan twitter untuk memasarkan diri dan atau brand Anda?

Berikut ini beberapa tips yang semoga bisa membantu Anda ketika memanfaatkan twitter sebagai alat pemasaran.

Pertama, nge-tweetlah sesuatu yang bernas. Ingat, twitter merupakan microblogging, dibatasi 140 karakter untuk sekali posting. Jadi, cobalah untuk nge-tweet sesuatu yang berkualitas seputar topik yang kita tekuni atau di mana kita terlibat. Jika memang tweet Anda bermutu, pasti akan banyak yang me-retweet. Apa untungnya ketika Anda diretweet? Tentu saja, Anda akan lebih banyak dikenal, sehingga akan difollow, dan pendapat anda dijadikan referensi. Read more…

Selain Website, Perusahaan Juga Harus Punya Blog

March 10, 2010 1 comment

Mengapa demikian?

Kebanyakan yang saya temui, corporate website (hanya) berisi serangkaian informasi tentang seluk-beluk serta produk / layanan dari sebuah perusahaan. Sifat informasi tersebut biasanya untuk jangka waktu yang lama (baca: tidak up to date).

Padahal, perjalanan konsumen sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu barang / jasa sekarang semakin kompleks. Mereka mempunyai kebiasaan baru sebelum memutuskan, yaitu dengan melakukan riset.

Kebanyakan konsumen sekarang akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang barang yang mau dipakainya. Mereka akan mempertimbangkan kelebihan, kekurangan, testimonial dari orang lain tentang barang tersebut.

Nah, untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan calon konsumen saat mereka riset salah satu caranya adalah dengan membuat corporate blog. Read more…

Iklan Politik Cermin Perkembangan Politik

January 15, 2010 Leave a comment

Beriklan di media massa merupakan salah satu cara efektif untuk mendapatkan perhatian dari khalayak luas secara hampir serempak. Maka tak salah jika para tokoh politik menggunakan iklan untuk memperkenalkan diri dan partai politik (parpol)-nya, menyampaikan gagasan dan pemikirannya, serta menunjukkan kegiatannya.

Akhir-akhir ini wajah para politisi negeri ini memang sering nampak di media massa, baik media cetak maupun elektronik melalui iklan. Sepertinya mereka benar-benar ingin memanfaatkan hari-hari menjelang pemilihan umum (Pemilu) ini dengan sebanyak mungkin melakukan publikasi dan sosialisasi.

Berbagai isu diangkat dan dijadikan tema iklan politik. Ada yang hanya sekedar memperkenalkan diri, seperti yang dilakukan beberapa parpol baru. Ada yang menggunakan momentum hari besar nasional sebagai batu pijakan untuk menunjukkan eksistensi. Ada yang mengangkat isu tentang kemiskinan, nasib para petani, penaikan dan penurunan harga bahan bakar minyak. Ada pula yang secara tegas mengkritik beberapa kebijakan pemerintah.

Iklan-iklan politik tersebut sangat menarik untuk dicermati. Bahkan dengan mencermati iklan politik yang tayang, kita bisa mengetahui perkembangan politik negeri ini. Misalnya, dibandingkan dengan iklan politik saat Pemilu 1999 dan 2004. Iklan politik pada dua periode Pemilu tersebut lebih banyak mengangkat tema yang superfisial. Saat itu, iklan politik kebanyakan hanya memperkenalkan logo, nomor, dan tokoh partai. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pada waktu itu, aktor-aktor parpol masih terbatas pada hal-hal yang sifatnya permukaan, belum mampu menyentuh esensi keberadaan parpol dalam ranah demokrasi. Read more…

Categories: Inspirasi, Opini Tags: , , ,

Untung Ada Alkid

January 15, 2010 Leave a comment

Ruang publik di wilayah perkotaan Kota Yogyakarta sangat sedikit jumlahnya. Baik ruang publik yang berjenis square seperti lapangan dan taman, maupun yang berjenis linier seperti jalan dan gang-gang (lorong). Akibatnya banyak warga yang memanfaatkan tempat seadanya –yang sebetulnya tidak disiapkan sebagai ruang publik- menjadi ruang publik. Salah satunya adalah Alun-alun Kidul (Alkid).

Dulu, Alkid difungsikan sebagai tempat latihan baris-berbaris prajurit kraton, persiapan upacara kerajaan, pemberangkatan jenazah, dan kegiatan kraton lain. Namun pada perkembangannya secara perlahan fungsi Alkid bertambah, yaitu sebagai tempat warga momong anak, berolahraga, mencari barang bekas, berekreasi, dan lain sebagainya. Akibatnya Alkid menjadi lahan jualan. Dan yang disayangkan lagi, lingkungan Alkid menjadi kotor dan tidak rapi.

Alkid adalah ruang yang berjenis square maupun linier. Dia mempunyai pohon-pohon peneduh, jalan yang cukup panjang untuk berlari, lapangan luas untuk bermain sepak bola, dan lain sebagainya. Alkid memang memenuhi syarat sebagai ruang publik. Pertama, ia memenuhi prinsip keterkaitan. Keterkaitan artinya, tempat/ lokasi tersebut strategis, sehingga semua orang mudah menjangkau. Kedua, ia fungsional. Artinya, ia bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Ketiga, estetis. Artinya, ia bisa memberikan pemandangan yang nyaman dan indah bagi pengunjungnya. Read more…

Mendekati Pasar Rasional Bank Syariah

January 15, 2010 Leave a comment

Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat pada akhir tahun 2008 lalu membawa pengaruh besar bagi kondisi perbankan dunia, termasuk di Indonesia. Bank Indover harus dilikuidasi karena tidak mampu mempertahankan kinerjanya. Bank Century yang kondisinya mengkhawatirkan dengan terpaksa diambil alih oleh lembaga penjaminan modal. Suku bunga perbankan nasional pun tak menentu.

Akan tetapi, meski dalam situasi krisis ternyata kinerja perbankan syariah nasional tetap baik. Per-November 2008, total aset perbankan syariah nasional sebesar Rp 46,28 triliun, naik 40 % dibanding total aset tahun 2007 yang nilainya Rp 33,02 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berada di bank syariah sebesar Rp 34,118 triliun. Sementara NPF Non Performing Financing) atau jumlah pembiayaan yang tidak lancar sebesar 4,97 % dari total pembiayaan Rp 38,097 triliun. Sejumlah kalangan masih memaklumi angka NPF itu karena ekspansi bisnis bank syariah yang terus meningkat.

Perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah, juga cukup menjanjikan. Bank yang banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat ekonomi menengah ini pada November 2008 asetnya mencapai Rp 1,611 triliun, dengan DPK sebesar Rp 914 miliar dan pembiayaan sebesar Rp 1,26 triliun.

Kinerja baik yang ditunjukkan perbankan syariah tak lepas dari sistem pengelolaan yang dipraktekkannya selama ini, yaitu menggunakan konsep berbagi risiko dan meniadakan sistem pengelolaan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Read more…