Archive

Posts Tagged ‘yogyakarta’

Untung Ada Alkid

January 15, 2010 Leave a comment

Ruang publik di wilayah perkotaan Kota Yogyakarta sangat sedikit jumlahnya. Baik ruang publik yang berjenis square seperti lapangan dan taman, maupun yang berjenis linier seperti jalan dan gang-gang (lorong). Akibatnya banyak warga yang memanfaatkan tempat seadanya –yang sebetulnya tidak disiapkan sebagai ruang publik- menjadi ruang publik. Salah satunya adalah Alun-alun Kidul (Alkid).

Dulu, Alkid difungsikan sebagai tempat latihan baris-berbaris prajurit kraton, persiapan upacara kerajaan, pemberangkatan jenazah, dan kegiatan kraton lain. Namun pada perkembangannya secara perlahan fungsi Alkid bertambah, yaitu sebagai tempat warga momong anak, berolahraga, mencari barang bekas, berekreasi, dan lain sebagainya. Akibatnya Alkid menjadi lahan jualan. Dan yang disayangkan lagi, lingkungan Alkid menjadi kotor dan tidak rapi.

Alkid adalah ruang yang berjenis square maupun linier. Dia mempunyai pohon-pohon peneduh, jalan yang cukup panjang untuk berlari, lapangan luas untuk bermain sepak bola, dan lain sebagainya. Alkid memang memenuhi syarat sebagai ruang publik. Pertama, ia memenuhi prinsip keterkaitan. Keterkaitan artinya, tempat/ lokasi tersebut strategis, sehingga semua orang mudah menjangkau. Kedua, ia fungsional. Artinya, ia bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Ketiga, estetis. Artinya, ia bisa memberikan pemandangan yang nyaman dan indah bagi pengunjungnya. Read more…

Advertisements

Selokan Center

January 15, 2010 Leave a comment

Salah satu bangunan bersejarah Yogyakarta yang sampai sekarang masih bisa disaksikan adalah Selokan Mataram. Selokan Mataram dibangun warga Yogyakarta pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk saluran irigasi. Selokan yang berhulu di Kali Progo dan berhilir di Kali Opak ini membentang sepanjang 30 kilometer, membelah Yogyakarta dari barat ke timur, melewati area persawahan dan pemukiman penduduk.

Ada banyak hal yang bisa diceritakan, ketika menyusuri Selokan Mataram. Perasaan senang dan nyaman melanda saat melihat indahnya aliran Selokan Mataram di area persawahan. Di daerah persawahan Minggir misalnya, aliran air selokan yang diapit sawah di kanan-kirinya masih lancar, tak banyak sampah mengambang. Airnya bersih dan tampak berkilau saat diterpa sinar matahari. Bahkan jika beruntung, bisa disaksikan burung-burung walet beterbangan, berjingkat di atas aliran selokan untuk mengambil air minum. Keadaan Selokan Mataram yang seperti ini, harus dipertahankan.

Namun, ketika melewati aliran Selokan Mataram yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, pemandangan seperti itu akan sulit ditemui. Di sejumlah daerah aliran, seperti Mranggen dan Pogung, terlihat sampah-sampah plastik, ban bekas, pakaian, bahkan bangkai binatang bertebaran di aliran selokan. Berbagai jenis sampah itu kemudian menumpuk di bendungan-bendungan kecil selokan. Akibatnya, air selokan menjadi kotor, keruh, tercemar, dan tidak mengalir dengan lancar. Read more…